Crazy Little Things Called Love
A Little Thing Called Love bercerita tentang Nam (
Pimchanok Luevisetpaibool) yang hanyalah seorang anak SMP biasa. Dia bukan gadis popular hanya seorang gadis berkulit hitam, berrambut pendek dengan kacamatanya. Sangat berbeda dengan kak Shone/Chon (Mario maurer) seorang kakak kelas di SMU yang sangat tampan, jago sepak bola, habby fotografi dan sangat digandrungi banyak wanita.
YA, Nam jatuh cinta secara diam-diam pada kak shone. Banyak cara yang dilakukan Nam hanya untuk melihat kak shone dan terlihat oleh kak Shone. Mulai dari ijin ke toilet hanya untuk melewati kelasnya, mencoba cara-cara di buku tentang cinta untuk mendapatkannya, mengubah aspek dalam dirinya (menjadi lebih putih dan cantik), masuk club tari, masuk club teater, membuka behel giginya, menelpon kak shone diam-diam, menjadi mayoret sekolah dadakan, dijauhi sahabatnya sampai dekat dengan sahabat kak shone (kak Top) yang menyukai Nam. Dan kak Shone di minta sahabatnya untuk tidak mendekati Nam.
Nam berubah dengan tujuan yang simple, karena Jatuh cinta pada Kak Shone dan ingin membuatnya layak disamping kak Shone.
Sampai akhir pada masa sekolah, selama 3 tahun, cinta itu masih ada walaupun sangat sulit untuk bersatu. Akhirnya Nam memberanikan diri untuk menyatakan perasaanya. Sayangnya saat itu Kak Shone sudah punya pacar. Ini bagian paling sedihnya! Melihat betapa sakitnya Nam menerima kenyataan tapi tetap saja berusaha kuat.
Dan sangat tak terduga bahwa Kak Shone juga menyukai Nam. Bahkan saat gadis itu masih berpenampilan cupu dan lugu dengan kulit hitam, kaca mata dan behelnya Nam telah berhasil mendapatkan hati Kak Shone. Ini terbukti dengan adanya Scrap Book berisi foto-foto Nam dari dia masih terlihat cupu dan lugu sampai tumbuh menjadi gadis cantik yang popular. Romantic banget! Kapan juga aqw dapet yang kayak gitu (loooh??). Namun semua berakhir sedih. Nam ke Amerika tinggal dengan ayahnya dan Kak Shone ke Bangkok.
Hingga 9 tahun kemudian mereka dipertemukan lagi. pertemuan indah yang berakhir bahagia.
(Nam dan sahabatnya)
(Nam dan Kak Shone)
(Nam ngeliatin Kak Shone dari jauh)
(Kak Shone)
(Isi hati Kak Shone)
(A beutiful moment)
(Nyesek banggeeetttt!)
(Scrapbooknya Kak Shone buat Nam)
Akhirnya ceritanya cukup memperjelas rasa cinta antara dua remaja yang saling jatuh cinta saat di bangku sekolah.
Alur ceritanya pun simple. Tentang jatuh cinta masa sekolah yang hampir semua orang pernah merasakannya.Tetap saja itu memberi rasa yang mendalam. Kalau nggak di ungkapin rasanya seperti sangat menyesakkan. So good. Pemerannya bener-bener good looking banget. Apalagi Mario Maurernya. Love it! hahahaha












Komentar
Posting Komentar